Polres Simalungun Gencar Tebar Stiker Nomor Darurat hingga Pelosok Wisata Parapat, Antisipasi Cuaca Ekstrem Danau Toba

LIPUTAN 2

- Redaksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:15 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SIMALUNGUN – Polres Simalungun Polda Sumatera Utara terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Langkah tanggap darurat itu diwujudkan dengan menyebarkan stiker dan selebaran berisi nomor penting layanan darurat ke berbagai titik di wilayah hukumnya, termasuk kawasan Danau Toba yang menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Kabag Ops Polres Simalungun, AKP Tukkar Lungun Simamora, SH, MH, menjelaskan hal tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/10/2026) sekira pukul 18.18 WIB. Ia menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri bagi masyarakat.

“Ini bentuk nyata Polri untuk masyarakat. Polres Simalungun Polda Sumatera Utara berkomitmen berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat. Polisi bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujar AKP Tukkar Lungun Simamora.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Simalungun mengamplifikasi informasi nomor penting tanggap darurat melalui stiker dan selebaran. Nomor yang dicantumkan meliputi Call Center Polri 110, Pemadam Kebakaran 113, BNPB 117, Ambulans 119, dan PLN 123.

Menurut Kabag Ops, stiker dan selebaran itu dipasang di tempat-tempat umum serta fasilitas pelayanan publik agar mudah dilihat dan diakses masyarakat saat situasi mendesak.

“Kami ingin masyarakat tidak kebingungan ketika terjadi kejadian darurat. Nomor-nomor penting ini harus mudah dilihat dan cepat dihubungi,” ungkapnya.

Untuk wilayah Kota Wisata Parapat, Kabupaten Simalungun, yang termasuk kawasan Danau Toba, personel Satuan Polisi Perairan dan Udara Pariwisata, atau Sat Pamobvit, turun langsung mendatangi tempat-tempat berkumpulnya wisatawan.

Pemasangan stiker dilakukan di ruang publik yang ramai dikunjungi, antara lain ruang terbuka Pantai Bebas Parapat, Pelabuhan Atsari, dan Pesanggrahan Bung Karno. Personel juga menyasar SPBU, minimarket, perbankan, warung makan, hingga kapal motor yang beroperasi di perairan setempat.

Tidak ketinggalan, seluruh hotel, losmen, dan tempat penginapan di Kota Pariwisata Parapat turut dipasangi stiker imbauan nomor darurat tersebut.

“Parapat merupakan kawasan wisata yang dikunjungi banyak orang dari berbagai daerah. Karena itu, wisatawan maupun warga lokal harus tahu ke mana harus menghubungi jika terjadi keadaan darurat,” jelas AKP Tukkar Lungun Simamora.

Selain menyebarkan stiker nomor darurat, Polres Simalungun mengeluarkan imbauan cuaca ekstrem kepada masyarakat. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya intensitas hujan disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan keselamatan lainnya.

Ada enam poin imbauan yang disampaikan. Pertama, masyarakat diminta memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Kedua, mewaspadai potensi bencana dengan menghindari wilayah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Ketiga, warga diminta mengamankan lingkungan rumah dengan memeriksa atap dan saluran air serta memastikan tidak ada pohon atau benda yang berpotensi tumbang. Keempat, pengguna jalan diminta berhati-hati dengan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan mewaspadai jalan licin serta genangan air.

Kelima, masyarakat diminta menghindari area terbuka saat terjadi petir dan angin kencang, serta menjauhi pohon besar, tiang listrik, dan lokasi terbuka. Keenam, warga diimbau mengutamakan keselamatan keluarga dengan menyiapkan perlengkapan darurat serta menjaga anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Jaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan. Bersama kita waspada,” tutur Kabag Ops.

Masyarakat yang menemukan atau mengalami kejadian darurat di wilayah Simalungun diminta segera menghubungi layanan darurat Polri di nomor 110. Layanan tersebut dapat digunakan untuk melaporkan berbagai kejadian darurat, termasuk dampak cuaca ekstrem dan bencana alam.

Melalui langkah preventif dan preemtif ini, Polres Simalungun berharap kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat meningkat, sehingga risiko korban maupun kerugian akibat bencana dapat ditekan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat, baik di permukiman maupun kawasan wisata, diharapkan semakin memperkuat rasa aman bagi warga dan wisatawan.

“Polri hadir untuk masyarakat. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh elemen demi keselamatan bersama,” pungkas AKP Tukkar Lungun Simamora. (*)

Berita Terkait

BPK Sumsel Bantah Larang Sekolah Berlangganan Media, Lalu Siapa yang Hentikan Kemitraan di Ogan Ilir?
Surat Aksi Demo Tak Kunjung Diterima, Keluarga Korban Jadi Tersangka dan DPO Histeris hingga Pingsan
Cegah Api Meluas, Tim Gabungan Regional-2 Riau 1 PT. Agrinas Palma Nusantara Sigap dan Turut Serta Tangani Karhutla di Peringgan Kebun Banyu Bening Utama
Tuding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Kecam Pernyataan Anggota DPRD Sumut Terhadap Bulog
Ketua DPRK: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kepedulian dan Kebersamaan
Haji Affan Alfian Bintang SE dan Hj. Mariani Harahap, Sosok Dermawan dan Rendah Hati di Tengah Semarak HUT RI ke-81
Klaim Lahan Picu Ketegangan, Bupati Pakpak Bharat Minta Langkah Bersama Cepat  
Hari Jadi ke-23 Pakpak Bharat: Mengenang Perjuangan Tokoh Pemekaran dan Menyatu di Bawah Semangat “Kasah Kininduma”  

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 00:20 WIB

Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja

Sabtu, 12 September 2026 - 17:48 WIB

Geumpang Pidie Darurat Tambang Emas Ilegal, Ribuan Lubang dan Dugaan Penggunaan Merkuri Jadi Alarm Serius Negara

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:13 WIB

Kapolda Aceh Tinjau Lahan Jagung 40 Hektare di Pidie, Serahkan Bantuan 10 Sumur Bor untuk Petani

Berita Terbaru