Klaim Lahan Picu Ketegangan, Bupati Pakpak Bharat Minta Langkah Bersama Cepat  

Raja Kencana Sholin

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:41 WIB

5077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN — Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, mendesak adanya kolaborasi serta tindakan cepat guna menyikapi berbagai klaim kepemilikan dan pemasangan patok di kawasan hutan yang berbatasan dengan Kabupaten Dairi. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi konflik yang dikhawatirkan menimbulkan korban.

 

Pernyataan itu disampaikan Franc dalam Rapat Penertiban Kawasan Hutan Pakpak Bharat–Dairi, yang digelar di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

 

Menurut Franc, upaya klaim kepemilikan yang disertai pemasangan patok hingga penulisan nama pada pohon di lokasi eks Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) semakin marak dan berpotensi memicu gesekan. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. “Kita khawatir menimbulkan korban jika dibiarkan,” ujarnya di hadapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Heri W. Marpaung.

 

Kepala Dinas LH-KH Sumut, Heri W. Marpaung, menegaskan dalam rapat bahwa lokasi tersebut merupakan kawasan yang ditetapkan untuk pembangunan teritorial Batalyon 908 berdasarkan aturan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kehutanan. Segala bentuk klaim di sana melanggar ketentuan yang berlaku.

 

“Tidak dibenarkan adanya aktivitas baik dari unsur pemerintah daerah maupun masyarakat di lokasi eks PBPH PT TPL,” tegas Heri, merujuk hasil sosialisasi Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) pada 16 April 2026 di Kantor Gubernur Sumatera Utara. Status kawasan tetap berada dalam lingkup penanganan Satgas PKH.

 

Ditegaskan pula, pemasangan nama pada pohon merupakan awal dari upaya penguasaan kawasan yang tidak sah. Pemerintah hadir untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat, dan Satgas mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam meminimalisir konflik di lapangan.

 

Rapat kemudian menetapkan tiga langkah utama. Pertama, pemasangan kembali papan penanda kawasan hutan di lokasi eks PBPH paling lambat Rabu, 12 Agustus 2026, yang akan dihadiri unsur Balai Gakkum, UPTD KPH Wilayah XIV, kepolisian tingkat polsek, camat, kepala desa terkait, serta perwakilan Batalyon TP 908 dan Babinsa Kodim Dairi.

 

Kedua, seluruh kawasan yang telah ditetapkan untuk Batalyon TP 908 Gajah Dompak wajib digunakan sesuai peruntukan sebagaimana Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 846 Tahun 2025. Ketiga, sosialisasi persuasif kepada masyarakat akan dilakukan secara langsung oleh Balai Gakkum bersama UPTD KPH Wilayah XIV.

 

Rapat ini juga dihadiri Bupati Dairi, Sekretaris Daerah Dairi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pakpak Bharat, jajaran kepolisian dan kejaksaan, komandan satuan wilayah terkait, serta kepala balai dan unit pelaksana teknis kehutanan lingkup Sumatera Utara.

 

 

Berita Terkait

BPK Sumsel Bantah Larang Sekolah Berlangganan Media, Lalu Siapa yang Hentikan Kemitraan di Ogan Ilir?
Surat Aksi Demo Tak Kunjung Diterima, Keluarga Korban Jadi Tersangka dan DPO Histeris hingga Pingsan
Cegah Api Meluas, Tim Gabungan Regional-2 Riau 1 PT. Agrinas Palma Nusantara Sigap dan Turut Serta Tangani Karhutla di Peringgan Kebun Banyu Bening Utama
Tuding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Kecam Pernyataan Anggota DPRD Sumut Terhadap Bulog
Ketua DPRK: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kepedulian dan Kebersamaan
Haji Affan Alfian Bintang SE dan Hj. Mariani Harahap, Sosok Dermawan dan Rendah Hati di Tengah Semarak HUT RI ke-81
Hari Jadi ke-23 Pakpak Bharat: Mengenang Perjuangan Tokoh Pemekaran dan Menyatu di Bawah Semangat “Kasah Kininduma”  
Kasus Dugaan Kekerasan dan Penjarahan di Dompu, Ketua Komunitas Mahasiswa Bima Mendesak Aparat Bertindak Tegas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:34 WIB

Banjir Susulan Terjang Desa Kuning I, Polsek Bambel Respon Cepat Amankan Jalur Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:07 WIB

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:24 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:37 WIB

Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:25 WIB

Workshop Akreditasi A tentang Visum dan Medikolegal Menjadi Momentum Penguatan Layanan Kesehatan di Aceh Tenggara

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:51 WIB

Niat Mengungkap Dugaan Penyimpangan atau Menjatuhkan Nama Orang? Pelapor Kini Jadi Sorotan

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:43 WIB

Tiga Pria Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara, Sabu dan Alat Hisap Disita

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:28 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Perkuat Perang Melawan Sabu, Peran Masyarakat Dinilai Sangat Menentukan

Berita Terbaru