JAKARTA — Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pelajar Islam Indonesia (PII) Tahun 2026 sekaligus peringatan Hari Lahir (Harlah) PII Wati ke-62 resmi dibuka di Puspa Komdigi, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 11–13 September 2026 tersebut diikuti jajaran Pengurus Besar PII, Pengurus Wilayah PII dari berbagai daerah di Indonesia, serta pengurus PII wilayah luar negeri.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Suwandi, M.Si., hadir menyampaikan keynote speech sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan Rapimnas dan Harlah PII Wati ke-62.
Dalam sambutannya, Suwandi menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi PII dan organisasi kepemudaan dalam mengawal berbagai persoalan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas Harlah PII Wati ke-62 dan berharap organisasi tersebut terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
“Selamat ulang tahun yang ke-62 untuk PII Wati. Semoga semakin sukses dan terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara,” ujar Suwandi.

Menurutnya, gerakan organisasi pelajar dan pemuda memiliki posisi penting sebagai bagian dari kekuatan masyarakat dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah, termasuk agenda pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Sementara itu, Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Rapimnas PII 2026, Fariski Adwari, dalam laporan kepanitiaannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional bagi jajaran PII.
Ia mengatakan Rapimnas tidak hanya menjadi forum pertemuan organisasi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat infrastruktur organisasi PII di seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun dan memperkuat infrastruktur organisasi PII di seluruh Indonesia. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” kata Fariski.
PII Dorong Kolaborasi Lintas Kementerian dan Lembaga
Ketua Umum Pengurus Besar PII, Amsal Alfian, mengatakan Rapimnas 2026 menjadi ruang untuk menyusun langkah-langkah strategis organisasi dalam dua tahun ke depan.

Menurut Amsal, PII ingin menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah yang konstruktif. PII, kata dia, tidak hanya memberikan kritik, tetapi juga menghadirkan masukan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kami ingin menjadi mitra strategis yang tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan solusi. Jika ada kebijakan yang baik, kami akan memberikan dukungan. Jika ada yang perlu diperbaiki, kami juga akan menyampaikan kritik secara konstruktif,” ujar Amsal.
Amsal menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi pelajar, kementerian dan lembaga pemerintah, aparat keamanan, serta organisasi kepemudaan lainnya.
Ia menyebut kerja sama tersebut diperlukan agar berbagai program strategis pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat hingga lapisan masyarakat paling bawah.
Dalam konteks ketahanan pangan, Amsal mengapresiasi berbagai upaya pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Ia berharap kebijakan pembangunan pertanian mampu mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan takut untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. PII bersama pelajar Indonesia siap berada di garis depan dalam mengawal kepentingan rakyat,” katanya.
Fokus Pembangunan dari Desa
Amsal juga menyoroti pentingnya pembangunan berbasis desa.
Menurutnya, pembangunan nasional tidak seharusnya hanya berorientasi pada pusat-pusat perkotaan, tetapi harus memberikan perhatian serius terhadap desa.
Ia menyampaikan bahwa PII sebelumnya telah membangun kerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan peran pelajar dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Indonesia harus dibangun mulai dari desa. Ketika desa hidup dan berkembang, masyarakat tidak harus datang ke Jakarta hanya untuk mencari penghidupan. Desa harus mampu menjadi pusat pertumbuhan dan melahirkan generasi yang mampu bersaing secara nasional maupun internasional,” ujarnya.
Amsal juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang selama ini membuka ruang komunikasi dengan organisasi pelajar dan mahasiswa.
Menurutnya, sinergi dengan kepolisian diperlukan untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat dan pelajar dapat berlangsung secara tertib, aman, dan damai.
PII Tekankan Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi
Dalam kesempatan tersebut, Amsal turut menyoroti pentingnya penguatan pendidikan, intelektualitas, kepemimpinan, serta kemandirian ekonomi generasi muda.
Ia menyebut PII memiliki tanggung jawab untuk membentuk kader sejak usia pelajar hingga jenjang pendidikan tinggi melalui proses kaderisasi dan pendidikan yang berkelanjutan.
“PII berfokus pada intelektualitas, kecerdasan, sikap kritis, dan keberanian untuk turun langsung ke lapangan. Ini merupakan bagian dari budaya pendidikan dan budaya kecerdasan yang akan terus kami bangun,” katanya.
Selain pendidikan, PII juga mendorong penguatan kewirausahaan di kalangan pelajar dan generasi muda agar mereka memiliki kemampuan untuk berdiri secara mandiri secara ekonomi.
Amsal menilai bonus demografi Indonesia harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Generasi muda, menurutnya, harus dipersiapkan untuk menjadi pemimpin yang mampu menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas dan satu abad kemerdekaan Indonesia.
“Anak muda harus berani keluar dari zona nyaman. Pelajar Islam Indonesia siap berada di berbagai posisi dan mengambil peran untuk ikut mewujudkan kesejahteraan Indonesia,” ujarnya.
Rumuskan Rekomendasi Strategis
Rapimnas PII 2026 yang berlangsung hingga 13 September mendatang akan menjadi forum untuk membahas agenda organisasi sekaligus merumuskan sejumlah rekomendasi strategis.
Rekomendasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada kementerian dan lembaga terkait sebagai bagian dari kontribusi PII terhadap pembangunan nasional.
Amsal menegaskan PII akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, aparat keamanan, organisasi kepemudaan, organisasi pelajar, dan berbagai elemen masyarakat.
“Kita membutuhkan kolaborasi, saling bergandengan tangan, dan bekerja bersama. PII akan terus hadir di tengah masyarakat dan menerima berbagai masukan untuk membangun pelajar Indonesia yang lebih baik,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum PB PII Amsal Alfian, jajaran Pembina PB PII, Ketua Korps PII Wati Melisa, Pembina PB PII Madinatul Fadhilah, S.H., Putri Husna selaku Direktur Future Minds Global, perwakilan Polda Metro Jaya, organisasi Cipayung, Poros Pelajar, organisasi pelajar dan mahasiswa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Rapimnas PII 2026 dan Harlah PII Wati ke-62 diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat kontribusi pelajar dalam pembangunan nasional melalui pendidikan, kepemimpinan, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

























