Etika Jurnalisme Menjadi Pondasi Sinergi Pemerintah dan Pers di Aceh Tenggara

LIPUTAN 2

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 03:08 WIB

50124 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Wacana tentang pentingnya etika dalam dunia jurnalistik kembali mengemuka di Aceh Tenggara, seiring pernyataan tegas dari Bupati H. M. Salim Fakhry dalam forum silaturahmi bersama insan pers dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di ruang Opoorum Setdakab, Senin (25/5/2026). Acara yang lazim digelar sebagai wadah pertemuan antara pemangku kebijakan dan pekerja media lokal tersebut kali ini terasa berbeda. Atmosfer diskusi berlangsung terbuka, ketika Bupati Salim Fakhry menyoroti peran vital wartawan sebagai jembatan informasi sekaligus tulang punggung kontrol sosial di tengah masyarakat.

Dalam sambutan yang penuh nuansa kebersamaan, Bupati menggarisbawahi bahwa menjaga etika adalah pondasi utama bagi setiap wartawan. Lebih dari sekadar menulis dan menyebarkan berita, jurnalis bertanggung jawab untuk menyajikan informasi secara objektif, akurat, dan senantiasa menghindari penyebaran data yang belum terverifikasi. “Etika sangat penting dalam jurnalisme. Wartawan harus objektif, akurat, dan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar,” tegasnya. Pernyataan tersebut bukan tanpa sebab, mengingat derasnya arus informasi dewasa ini kerap kali membawa serta kabar simpang siur yang membingungkan warga, atau bahkan berpotensi menimbulkan kegaduhan sosial, terutama di tingkat lokal.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, seperti yang diutarakan Bupati, sebenarnya menaruh harapan besar kepada insan pers dalam upaya membangun daerah secara berkelanjutan. Wartawan dinilai berperan sebagai mitra kerja strategis pemerintah, yang melalui pemberitaan-pemberitaannya mampu membawa pesan pembangunan hingga ke pelosok desa. Bupati Salim Fakhry juga mengapresiasi peran aktif para wartawan yang selama ini telah bersinergi menyebarluaskan berbagai capaian pemerintah daerah, sekaligus mengawal pelaksanaan kebijakan publik melalui fungsi kontrol sosial yang melekat pada profesi jurnalis. Menurut Salim Fakhry, kerja sama antara pemerintah dan media idealnya terus ditingkatkan, agar keterbukaan informasi dan transparansi pembangunan benar-benar terwujud.

Pada kesempatan yang sama, Bupati tidak lupa mengingatkan seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Aceh Tenggara agar bersikap terbuka kepada media dan LSM. Ia menegaskan, wartawan serta LSM bukanlah pihak yang patut dihindari melainkan harus diposisikan sebagai mitra kerja. “Bagi para pimpinan OPD, jadikan wartawan dan LSM sebagai mitra. Bila ada rekan wartawan atau LSM yang menelpon untuk konfirmasi, atau apapun, tolong diangkat. Jangan takut mengangkat telepon dari wartawan atau LSM, jawab saja, katakan tidak ada bila memang tidak ada,” ucap Salim Fakhry, sembari menekankan bahwa keterbukaan seperti ini merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik, sekaligus bentuk penghormatan terhadap hak publik untuk tahu.

Bupati juga menyampaikan penegasan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara tidak anti terhadap kritik. Baginya, kritik yang membangun dan masukan dari masyarakat maupun media adalah bahan evaluasi penting demi kemajuan bersama. “Pemerintah bukan anti kritik, silakan kritik dan beri masukan kepada kami. Dari kita untuk kita Aceh Tenggara ini,” imbuhnya. Ucapan itu mendapat sambutan positif dari beberapa awak media yang hadir, terlihat dari antusiasme dalam sesi diskusi usai acara.

Silaturahmi yang awalnya hanya dijadwalkan sebagai agenda rutin ternyata berkembang menjadi ruang dialog yang hidup. Wartawan dan perwakilan LSM memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan uneg-uneg terkait akses informasi, kendala di lapangan, serta harapan agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan publikasi dan transparansi. Di sisi lain, pimpinan OPD pun mengakui perlunya mempererat koordinasi dengan media, demi mengurangi potensi miskomunikasi yang bisa berdampak pada persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Fenomena ini menandakan bahwa di tengah tantangan era digital, di mana informasi dapat tersebar luas dalam hitungan detik, sinergi antara pemerintah dan pers tetap menjadi kebutuhan mendesak. Etika jurnalistik dan keterbukaan pejabat publik adalah dua pilar yang harus berjalan beriringan. Di Aceh Tenggara, tradisi diskusi seperti yang diinisiasi Bupati Salim Fakhry bukan hanya memperkuat hubungan antar institusi, tapi sekaligus menanamkan kesadaran kolektif bahwa kemajuan sebuah daerah turut ditopang oleh kualitas informasi yang sehat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Penegasan-penegasan tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalisme dan integritas adalah harga mati dalam dunia pemberitaan, apalagi di wilayah yang tengah membangun fondasi keterbukaan dan partisipasi publik. Di akhir acara, suasana penuh keakraban mengemuka, menegaskan harapan agar ruang diskusi dan kemitraan semacam ini terus berlanjut demi kemajuan Aceh Tenggara. Dalam narasi kelembagaan yang bersinergi, masa depan pemberitaan dan pembangunan daerah diharapkan makin berjalan seiring sejalan.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Tanggul Sungai Alas Jebol, Warga Desak Pemerintah Tegakkan Undang-Undang Perlindungan Lingkungan dan Audit Galian C
“Commander Wish” Kapolres Simalungun: Horas Presisi Jadi Pedoman Kerja, Seluruh Personel Diminta Hadir Nyata di Tengah Masyarakat
Banjir Susulan Terjang Desa Kuning I, Polsek Bambel Respon Cepat Amankan Jalur Nasional
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe
Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan
Workshop Akreditasi A tentang Visum dan Medikolegal Menjadi Momentum Penguatan Layanan Kesehatan di Aceh Tenggara
Niat Mengungkap Dugaan Penyimpangan atau Menjatuhkan Nama Orang? Pelapor Kini Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH di Kampung Gajah Program TMMD ke-130 Dikerjakan Secara Gotong-royong

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Peserta Seleksi Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Tes Secara Transparan

Senin, 8 Juni 2026 - 17:04 WIB

Brimob Aceh dan Masyarakat Bersatu Wujudkan Lingkungan (ASRI) Di Gayo Lues

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:28 WIB

Polda Aceh Didesak Usut Tuntas Dugaan Operasi Ilegal PT Hopson yang Meresahkan Warga

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:41 WIB

Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:23 WIB

Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:11 WIB

KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:53 WIB

Negara Terlihat Kalah oleh Modal? Aktivitas PT Hopson Disebut Tetap Hidup di Balik Plang Larangan Pemerintah

Berita Terbaru

BOGOR

Ketua Umum AKPERSI Pimpin Orasi di Depan Polres Bogor

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:01 WIB